Senin, 06 Mei 2019

Memutuskan Jadi Blogger

Mengapa Blogger?

   Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita tentang mengapa saya memutuskan untuk menjadi seorang blogger. Sebenarnya, saya sudah mengetahui dan mengenal blogger sejak SMA. Sempat ada keinginan untuk menulis dan menjadi seorang blogger, namun pada saat itu saya tidak mengetahui cara untuk membuat akun blog dan bagaimana cara menggunakannya. Saya sempat mencari di internet cara membuatnya, namun ada hal-hal yang sulit saya mengerti. Sehingga saya tidak bisa mempelajarinya lebih jauh. Maka dari itu saya belum bisa menulis dan mempublikasikannya pada waktu itu.
   Saya suka membaca tulisan yang berisikan cerita, baik dalam bentuk novel, cerita pendek, atau cerita bergambar (komik). Saya sempat mengunduh aplikasi yang menyediakan berbagai cerita dalam berbagai genre dan membacanya. Sejak SMA, saya sering membaca novel online dari aplikasi tersebut. Dan saya melihat banyaknya jumlah pembaca dari novel tersebut. Lalu ada beberapa cerita yang membekas di ingatan saya, saat itu saya yang belum terlalu mengerti akan makna dari sebuah tulisan, hanya membacanya dan sesekali terbawa arus emosional yang terkandung dalam cerita tersebut. Saya menikmati setiap chapter dalam cerita tersebut. Walaupun genre yang saya baca pada saat itu drama, tapi saya kagum akan setiap kata yang tertuang dalam cerita itu. Pada saat itu saya tidak memikirkan terlalu jauh dan mendalami tulisan yang terkandung dalam sebuah cerita. Hanya sebagai pembaca yang menikmati karya orang lain.
   Setelah saya lulus dari bangku SMA, saya memilih jurusan Sastra Inggris di Universitas Harapan, Medan. Sejak duduk di bangku kuliah, pelan-pelan saya mulai mempelajari apa itu bahasa, kegunaannya, dan apa itu sastra. Sejak saat itu pula saya menyadari bahwa bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan kita. Dimana dalam berbagai bentuknya kita menemui bahasa, baik formal maupun informal. Baik bahasa edukasi maupun bahasa sastra. Semuanya tentang bahasa. Saya berkeinginan untuk bisa menjadi penulis yang dapat meninggalkan makna akan karya yang dituliskan. Penulis yang tulisannya dapat menggerakkan hati seseorang yang membacanya dan turut merasakan emosi dari setiap kata yang tertulis di dalamnya.
   Singkat cerita, awal mula saya mendapat jalur untuk menjadi blogger  yaitu tante saya (adik dari papa saya). Beliaulah yang mengantarkan saya ke dunia blog ini. Beliau menawarkan saya untuk mengikuti kelas gratis dari komunitas ‘Blogger Sumut’. Dimana founder dari komunitas ini secara langsung membagikan ilmunya tentang dunia blogging. Bahkan mulai dari membuat akun blog dan hal apa saja yang diperlukan untuk ‘menulis’.

   Saat kelas berlangsung, saya terkesima dengan energi yang dipancarkan setiap orang dalam ruangan tersebut. Energi positif. Energi itulah yang terpancar dari setiap individu yang berada dalam ruangan itu. Dimana blog adalah sarana untuk menulis, dan komunitas inilah sebagai support system yang membagikan ilmunya secara ‘gratis’ namun bermanfaat bagi orang lain. Setelah kelas berakhir, saya pun diundang dalam sebuah grup yang berisikan blogger. Grup yang berisi penulis. Lalu dimana ‘penggerak’ dari komunitas ini memiliki sistem dimana setiap anggota harus menuliskan tulisan mereka setiap minggunya. Dan pada akhir minggu diadakanlah BW (Blog Walking), dimana setiap anggota dapat membaca tulisan yang telah dicantumkan melalui link  yang dibagikan dalam grup tersebut. Saya mengirimkan tulisan saya pada minggu ke-3 sejak menjadi anggota dari komunitas ini. Disitulah semuanya berawal. Saya menghasilkan sebuah tulisan yang saya kerjakan sendiri, lalu dibagikan melalui sarana blog  yang dapat dibaca oleh orang lain. Lalu dalam waktu singkat mendapatkan komentar dan feedback yang positif, merupakan hal yang tak terduga namun nyata adanya. Energi positif itu sampai pada setiap tulisan yang dituangkan. Senang, haru, dan termotivasi. 3 kata itulah yang dapat mewakili dari apa yang saya rasakan. Saya merasa beruntung diantarkan ke jalur blogging ini. Bersyukur mendapatkan sarana untuk ‘menciptakan’ tulisan dan ‘menikmati’ tulisan secara bersamaan. Menciptakan tulisan yang saya tuangkan sendiri dan menikmati tulisan dari anggota lain dalam komunitas ini. Saya belajar akan ragamnya tulisan dan gaya bahasa yang digunakan setiap orangnya. Namun satu hal yang sama ‘emosi’ yang dituangkan dalam tulisan tersebut bisa saya rasakan. Perasaan yang tertuang dalam tulisan, bisa saya rasakan. Saya pun demikian berharap tulisan yang saya hasilkan sampai kepada pembaca.

   Sejak bergabung di komunitas inilah tekad saya semakin bulat untuk menjadi blogger. Saya semakin sadar bahwa menulis tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Menghasilkan karya memang membutuhkan waktu, namun bukan berarti mustahil dilakukan. 



sumber: Instagram @bloggersumut

  Terimakasih untuk kakak & abang yang telah mendirikan komunitas ini. Terimakasih untuk ilmu nya, semangatnya dan energi positifnya yang sangat membangun dan bermanfaat. Semoga kita semua diberi kemudahan dan kelancaran dalam menulis dan terus menghasilkan karya.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat! 

Salam hangat dari saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What I Learned From My Little Brother

I want to share things that I got from my little brother. But first, let me introduce to you my little brother. His name is Arazka...